AGUSTINI, DWI ATMI (2025) GAMBARAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN DECUBITUS MATTRESS DAN EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP RESIKO LUKA TEKAN PADA PASIEN DI INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT KRISTEN NGESTI WALUYO PARAKAN TEMANGGUNG : CASE REPORT TAHUN 2025. Karya Ilmiah Akhir thesis, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta.
|
Text (DWI ATMI AGUSTINI)
NASKAH PUBLIKASI.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (DWI ATMI AGUSTINI)
HALAMAN DEPAN.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (17MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (935kB) |
Abstract
Dwi Atmi Agustini “Gambaran Implementasi Penggunaan Decubitus Mattress dan Massage Effleurage Terhadap Resiko Luka Tekan Pada Pasien Di Internsive Care Unit Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Parakan Temanggung : Case Report Tahun 2025 Latar Belakang: Pasien bedrest berisiko mengalami luka tekan karena kurangnya perawatan kulit, yang dapat merusak jaringan. Secara global, luka tekan di ICU terjadi pada 1% hingga 56% pasien (Herfita et al., 2023). Pencegahan bisa dilakukan dengan mengatur posisi, menggunakan bantalan atau kasur anti�decubitus, dan merawat kulit melalui pijatan effleurage dengan lotion yang dicampur minyak kayu putih.. Gejala Utama : Pasien masuk ICU dalam kondisi koma dengan GCS 1/1/1, pupil isokor, refleks cahaya normal, napas stridor, dan ada penumpukan sekret. Tekanan darah 104/42 mmHg, nadi 120x/menit (sinus takikardia), pernapasan 27x/menit, dan saturasi oksigen 93%. Pasien tidak bisa beraktivitas dan sepenuhnya bergantung pada perawat untuk bergerak. Luka tekan tampak di tumit kiri terlihat kemerahan. Mencegah komplikasi lain, selain penanganan penyakit utama, dilakukan penilaian dengan skala Braden pada indikator kelembaban. Skor awal saat masuk ICU adalah 2, lalu meningkat menjadi 4 pada hari ke-4 setelah intervensi. Intervensi teurapeutik: Luka tekan dapat dicegah dengan menggunakan kasur dekubitus dan pijatan effleurage memakai lotion yang dicampur minyak kayu putih. Pijatan dilakukan dua kali per shift, dengan jeda 3–4 jam, selama 4–5 menit tiap kali. Kesimpulan Kasur decubitus dan pijatan effleurage bermanfaat bagi pasien koma yang bedrest. Tindakan ini aman, membantu melancarkan darah, menjaga kondisi tubuh stabil, dan mencegah luka tekan. Selama pemantauan, kulit pasien tetap sehat tanpa kerusakan. Kata kunci : Luka tekan, Decubitus Mattress, Massage Effleurage xii + 100 halaman + 14 gambar + 8 tabel + 6 lampiran Kepustakaan : 2012 - 2022
| Item Type: | Thesis (Karya Ilmiah Akhir) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Luka tekan, Decubitus Mattress, Massage Effleurage |
| Subjects: | 600 Teknologi 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran > 610.7 Pendidikan, Penelitian, Perawatan, Topik-Topik berkaitan |
| Divisions: | Prodi Pendidikan Profesi NERS |
| Depositing User: | Niken R. Kusumadewi |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 03:48 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 03:48 |
| URI: | http://repo.stikesbethesda.ac.id/id/eprint/5428 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
