PEMETAAN TEKANAN DARAH, USIA, DAN IMT SEBAGAI DASAR IMPLEMENTASI PROGRAM "PELITA TAMANAN" DALAM UPAYA PREVENTIF RISIKO JATUH LANSIA

Gian Lisuari Adityasiwi, - and Nicholas Adi Perdana Susanto, - and Ellysa Okky Gusma, - and Sukendri Siswanto, - PEMETAAN TEKANAN DARAH, USIA, DAN IMT SEBAGAI DASAR IMPLEMENTASI PROGRAM "PELITA TAMANAN" DALAM UPAYA PREVENTIF RISIKO JATUH LANSIA. UNSPECIFIED. (Unpublished)

[img] Text
Laporan PKM 2026.1_Gian Lisuari Adityasiwi (1).pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (819kB)

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah populasi lanjut usia (lansia) di Indonesia membawa tantangan tersendiri terhadap aspek kesehatan degeneratif, salah satunya adalah tingginya kejadian risiko jatuh yang berdampak serius pada morbiditas dan mortalitas. Risiko jatuh pada lansia dipengaruhi oleh berbagai faktor multifaktorial, termasuk fluktuasi tekanan darah (hipertensi/hipotensi ortostatik), perubahan status fungsional akibat pertambahan usia, serta Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tidak ideal (obesitas atau underweight). Pemetaan kesehatan yang komprehensif sangat diperlukan sebagai landasan empiris dalam merumuskan intervensi preventif yang tepat sasaran, melalui program inovatif seperti "PELITA TAMANAN" (Pelayanan Terpadu Lansia Tanggap Mandiri Aman dan Nyaman). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan tekanan darah, usia, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada lansia guna mengidentifikasi profil risiko jatuh serta merumuskan dasar implementasi program preventif "PELITA TAMANAN". Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling pada sejumlah lansia di wilayah sasaran. Variabel yang diukur meliputi tekanan darah (menggunakan sfigmomanometer), usia kronologis, perhitungan IMT (berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan), serta asesmen risiko jatuh. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing variabel pemetaan. Hasil: Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sebagian besar lansia berada pada kategori usia elderly hingga old, dengan distribusi tekanan darah yang didominasi oleh hipertensi derajat 1 dan 2, serta sebagian mengalami hipotensi. Berdasarkan IMT, proporsi lansia tersebar pada kategori berat badan kurang (underweight), normal, hingga obesitas tingkat lanjut yang berkontribusi terhadap penurunan keseimbangan postur tubuh. Kombinasi antara gangguan tekanan darah, penurunan kekuatan otot akibat faktor usia, dan ketidakseimbangan IMT terbukti mempertinggi kerentanan lansia terhadap insiden jatuh. Kesimpulan: Pemetaan komprehensif terhadap tekanan darah, usia, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) membuktikan adanya korelasi signifikan terhadap tingkat kerentanan risiko jatuh pada lansia. Profil parameter klinis dan antropometri ini mendasari urgensi implementasi program "PELITA TAMANAN" sebagai model intervensi preventif terpadu—yang mencakup penataan lingkungan ramah lansia, edukasi kestabilan fisik, serta pemantauan kesehatan berkala—guna menekan angka kejadian jatuh dan mewujudkan kualitas hidup lansia yang aman, mandiri, dan produktif.

Item Type: Other
Subjects: 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran > 610.7 Pendidikan, Penelitian, Perawatan, Topik-Topik berkaitan
Divisions: Prodi Sarjana Fisioterapi
Depositing User: Gian Lisuari Adityasiwi
Date Deposited: 25 Aug 2026 14:06
Last Modified: 26 Aug 2026 06:49
URI: http://repo.stikesbethesda.ac.id/id/eprint/6065

Actions (login required)

View Item View Item