STUDI KUALITATIF PERSEPSI GURU TERHADAP ALAT PERMAINAN EDUKATIF UNTUK PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK WIJAYA DANU CONDONGCATUR TAHUN 2017

DITO, TINO PRIMA (2017) STUDI KUALITATIF PERSEPSI GURU TERHADAP ALAT PERMAINAN EDUKATIF UNTUK PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRASEKOLAH DI TAMAN KANAK-KANAK WIJAYA DANU CONDONGCATUR TAHUN 2017. Skripsi thesis, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (TINO PRIMA DITO)
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (552kB) | Preview
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (556kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (640kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (445kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (381kB) | Preview

Abstract

TINO PRIMA DITO “Studi Kualitatif Persepsi Guru terhadap Alat Permainan Edukatif untuk Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-Kanak Wijaya Danu Condongcatur Tahun 2017” Latar Belakang: Masa kanak-kanak merupakan masa bermain. Bermain merupakan cara anak untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada pada dirinya. Guru seharusnya memberi pengawasan dan bimbingan anak dalam bermain dan belajar, agar perkembangannnya dapat dipantau. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap alat permainan edukatif untuk perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di Taman Kanak-Kanak Wijaya Danu Condongcatur Depok Sleman 2017. Metode: Desain penelitian menggunakan desain kualitatif dengan metode fenomenologi. Sampel yang digunakan adalah guru yang mengajar di Taman Kanak-Kanak Wijaya Danu Condongcatur dengan populasi 9 orang didapatkan sampel 5 orang responden. Penelitian ini menggunakan pedoman wawancara semi structured. Hasil: Perkembangan motorik halus adalah perkembangan yang melibatkan koordinasi otak dan gerakan jari tangan, tidak membutuhkan tenaga yang besar. Peran orangtua sangat mempengaruhi perkembangan motorik halus pada anak. Peran dan bimbingan guru dapat mempengaruhi perkembangan motorik halus anak. Mewarnai gambar merupakan salah satu contoh alat permainan edukatif yang bermanfaat merangsang motorik halus. Kesimpulan: Penggunaan alat permainan edukatif yaitudinilai mampu meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak dengan memberikan stimulasi bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan tingkat perkembangannya. Saran: Diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti lebih lanjut mengenai penggunaan alat permainan edukatif untuk perkembangan motorik halus pada anak menurut persepsi dari orangtua. Kata Kunci: Persepsi, Guru, Alat Permainan Edukatif, Motorik Halus, Anak xvi + 76 halaman + 2 tabel + 2 skema + 13 lampiran Kepustakaan: 36, 2010-2017

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Persepsi; Guru; Alat Permainan Edukatif; Motorik Halus; Anak
Subjects: 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran > 612 Fisiologi > 612.6 Reproduksi,pertumbuhan,pendewasaan Termasuk kehamilan dan melahirkan, pertumbuhan embrio,pertumbuhan bayi,pendewasaan,remaja,menstruasi, gerontologi fisik
Divisions: Prodi Sarjana Keperawatan
Depositing User: Yohana Adriani, A.Md
Date Deposited: 16 Oct 2019 08:59
Last Modified: 16 Oct 2019 08:59
URI: http://repo.stikesbethesda.ac.id/id/eprint/397

Actions (login required)

View Item View Item