NAINGGOLAN, ROSA HERLINAWATI (2025) TERAPI FINGER HOLD TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI TONSIL ADENDIDEKTOMI DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT BETHESDA YAKKUM YOGYAKARTA TAHUN 2025: CASE REPORT. Karya Ilmiah Akhir thesis, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta.
|
Text (ROSA HERLINAWATI NAINGGOLAN)
NASKAH PUBLIKASI.pdf Download (227kB) |
|
|
Text (ROSA HERLINAWATI NAINGGOLAN)
HALAMAN DEPAAN.pdf Download (560kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (230kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (543kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (326kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (225kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (210kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (210kB) |
Abstract
Latar Belakang: Kecemasan praoperasi merupakan respon emosional yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis maupun psikologis. Pada pasien yang akan menjalani tonsil adenoidektomi, kecemasan dapat menyebabkan peningkatan tanda vital, ketidaknyamanan, serta menurunnya kesiapan menjalani operasi. Teknik relaksasi Finger Hold merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu menurunkan kecemasan melalui stimulasi relaksasi sistem saraf parasimpatis. Gejala Utama: Pasien (An. Z, 16 tahun) mengatakan merasa takut, khawatir operasi akan gagal, serta cemas terhadap kemungkinan gangguan pengecapan setelah tindakan. Secara objektif, pasien tampak gelisah dan tegang dengan tekanan darah 140/80 mmHg, nadi 89x/menit, dan respirasi 23x/menit. Skor kecemasan praoperasi berdasarkan APAIS adalah 19 (kategori kecemasan berat). Intervensi Terapeutik: Intervensi yang diberikan adalah terapi relaksasi Finger Hold selama 10 menit, dilakukan dengan menggenggam jari satu per satu sambil mengatur napas secara perlahan. Intervensi didukung oleh pendekatan farmakologis standar praoperatif sesuai program perawatan bedah. Outcome: Setelah pelaksanaan terapi Finger Hold, tingkat kecemasan pasien menurun dari skor APAIS 19 menjadi skor 16 (kategori kecemasan sedang). Pasien tampak lebih tenang, rileks, mampu mengikuti proses pembedahan dengan baik, dan tidak ditemukan efek samping selama terapi. Kesimpulan: Terapi Finger Hold terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien praoperasi tonsil adenoidektomi. Teknik ini mudah dilakukan, tidak menimbulkan efek samping dan dapat diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan perioperatif untuk meningkatkan kenyamanan serta kesiapan mental pasien sebelum tindakan pembedahan. Kata kunci: Finger Hold, kecemasan, praoperasi, tonsil adenoidektomi
| Item Type: | Thesis (Karya Ilmiah Akhir) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Finger Hold, kecemasan, praoperasi, tonsil adenoidektomi |
| Subjects: | 600 Teknologi 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran > 615 Farmakologi & Ilmu Terapi 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran > 615 Farmakologi & Ilmu Terapi > 615.8 Terapi Fisik dan Lain-Lain Terapi |
| Divisions: | Prodi Pendidikan Profesi NERS |
| Depositing User: | Niken R. Kusumadewi |
| Date Deposited: | 29 May 2026 08:08 |
| Last Modified: | 29 May 2026 08:08 |
| URI: | http://repo.stikesbethesda.ac.id/id/eprint/5974 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
