KWINTASARI, BETY (2026) GAMBARAN TINGKAT KEMANDIRIAN AKTIVITAS SEHARI-HARI LANSIA PENDERITA KATARAK SETELAH OPERASI HARI KE 7 PHACO-IOL DI RUMAH SAKIT DR OEN KANDANG SAPI SOLO. Skripsi thesis, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta.
|
Text (BETY KWINTASARI)
NASKAH PUBLIKASI_BETY KWINTASARI_2506009.pdf Download (696kB) |
|
|
Text (BETY KWINTASARI)
HALAMAN DEPAN.pdf Download (669kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (265kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (632kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (289kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (121kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (130kB) |
Abstract
BETY KWINTASARI “ Gambaran Tingkat Kemandirian Aktivitas Sehari-Hari Lansia Penderita Katarak Setelah Operasi Hari ke 7 Phaco-IOL di Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Solo”. Latar Belakang : Penyakit katarak pada lansia menyebabkan penurunan penglihatan yang berdampak pada keterbatasan Activities of Daily Living (ADL). Operasi Phacoemulsification-Intraocular Lens (Phaco-IOL) merupakan tindakan efektif untuk memperbaiki penglihatan dan kemandirian lansia. Berdasarkan data Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Surakarta tahun 2025 terdapat 258 pasien katarak dengan 235 adalah lansia berusia di atas 60 tahun. Evaluasi pada hari ke-7 dipilih karena merupakan fase awal pemulihan yang stabil untuk menilai adaptasi fungsi penglihatan dan kemandirian lansia dalam beraktivitas. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari lansia penderita katarak setelah operasi hari ke-7 Phaco-IOL di Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Solo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif non-analitik dengan teknik accidental sampling terhadap 53 responden. Tingkat kemandirian aktivitas sehari-hari diukur menggunakan Indeks Katz dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Sebagian besar responden berada pada kelompok usia 60–74 tahun sebanyak 47 responden (88,7%). Mayoritas responden berada pada kategori mandiri (Katz A), yaitu 69,8%. Aktivitas dengan tingkat kemandirian tertinggi adalah kontinensia sebesar 100%, sedangkan aktivitas dengan tingkat ketergantungan tertinggi adalah berpindah sebesar 30,2%. Kesimpulan: Mayoritas lansia penderita katarak pada hari ke-7 setelah operasi Phaco-IOL berada dalam kondisi mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kata Kunci : Lansia, katarak, kemandirian aktivitas sehari-hari. Jumlah Halaman : xvii + 10 tabel + 2 skema + 5 gambar + 18 lampiran Referensi : 31 referensi ( 2014-2026 )
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lansia, katarak, kemandirian aktivitas sehari-hari. |
| Subjects: | 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran > 618 Ginakologi dan Lain-Lain Kedokteran Khusus > 618.9 Pediatrik dan Geriatrik |
| Divisions: | Prodi Sarjana Keperawatan |
| Depositing User: | Twista Rama Sasi |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 06:59 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 06:59 |
| URI: | http://repo.stikesbethesda.ac.id/id/eprint/6462 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
