HAWU, FRIDA DANGA (2025) TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF SEBAGAI PENDEKATAN KOMPLEMENTER UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIENGAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA: CASE REPORT. Karya Ilmiah Akhir thesis, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta.
|
Text (FRIDA DANGA HAWU)
NASKAH PUBLIKASI.pdf Download (931kB) |
|
|
Text (FRIDA DANGA HAWU)
HALAMAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (391kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (524kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (400kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (374kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (462kB) |
Abstract
FRIDA DANGA HAWU “Terapi Relaksasi Otot Progresif sebagai Pendekatan Komplementer untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa: Case Report” Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Seseorang yang tidak mengalami gangguan ginjal, namun menderita penyakit hipertensi dan tidak menerima pengobatan akan mengalami resiko komplikasi yang dapat merusak ginjal dan kerusakan tersebut akan memperburuk hipertensi, sehingga kondisi ini mengakibatkan prevalensi pasien hemodialisa meningkat dan jumlah kematian akibat penyakit ini juga tinggi. Salah satu cara yang menurunkan tekanan darah pada pasien hemodialisa yaitu melakukan terapi relaksasi otot progresif. Tujuan: Mengetahui sejauhmana terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan tekanan darah pada pasien gagal ginjal. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus pada pasien dengan diagnosa hipertensi yang sedang menjalani hemodialisa. Intervensi diberikan berupa terapi relaksasi otot progresif durasi 15-20 menit sekali pertemuan sebanyak 2 kali dalam seminggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi dengan menggunakan tensimeter. Data tambahan diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap respon pasien selama menjalani terapi. Hasil: Setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 2 hari, tekanan darah pasien berhasil terkontrol dengan sistolik menurun dari 167 mmHg menjadi 136 mmHg dan diastolik menurun dari 92 mmHg menjadi 80 mmHg. Pasien menyampaikan kepala tidak terasa sakit dan tangan terasa ringan setelah mengikuti latihan. Kesimpulan: Terapi relaksasi otot progresif dapat menurunkan tekanan darah Saran: Terapi relaksasi otot progresif sebagai intervensi pada pasien hipertensi. Peneliti selanjutnya meneliti pasien dengan hipertensi dengan kombinasi terapi musik atau benson setelah melakukan intervensi supaya mendapatkan hasil yang lebih baik. Kata Kunci: Terapi Relaksasi Otot Progresif, Gagal Ginjal Kronik, Hipertensi, Hemodialisa, Case report. xv + 44 halaman + 4 tabel + 2 Gambar + 1 Skema + 6 Lampiran Kepustakaan: 42, 2017-2025
| Item Type: | Thesis (Karya Ilmiah Akhir) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Terapi Relaksasi Otot Progresif, Gagal Ginjal Kronik, Hipertensi, Hemodialisa, Case report. |
| Subjects: | 600 Teknologi 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran > 615 Farmakologi & Ilmu Terapi 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran > 615 Farmakologi & Ilmu Terapi > 615.8 Terapi Fisik dan Lain-Lain Terapi |
| Divisions: | Prodi Pendidikan Profesi NERS |
| Depositing User: | Niken R. Kusumadewi |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 08:03 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 08:03 |
| URI: | http://repo.stikesbethesda.ac.id/id/eprint/6522 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
