WELERUBUN, MARYANA (2026) HUBUNGAN AKSESBILITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEKAMBUHAN ORANG DENGAN DISABILITAS PSIKOSOSIAL (ODDP) DI DESA MULO KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNG KIDUL TAHUN 2026. Skripsi thesis, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta.
|
Text (MARYANA WELERUBUN)
Naskah Publikasi_Maryana Welerubun_1802062.pdf Download (572kB) |
|
|
Text (MARYANA WELERUBUN)
HALAMAN DEPAN.pdf Download (597kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (250kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (147kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (260kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (9kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (78kB) |
Abstract
MARYANA WELERUBUN. “Hubungan Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan dengan Kekambuhan Orang dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul Tahun 2025.” Latar Belakang: Orang dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) memerlukan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan untuk memperoleh pengobatan, pemantauan kondisi, edukasi, dan pencegahan kekambuhan. Keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan dapat menghambat kesinambungan perawatan. Orang dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) memerlukan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkelanjutan, dan komprehensif untuk mendukung proses pengobatan, pemantauan kondisi, serta pencegahan kekambuhan. Keterbatasan aksesibilitas pelayanan kesehatan berpotensi menghambat kontinuitas pelayanan sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya kekambuhan. Tujuan: Mengetahui hubungan aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kekambuhan ODDP di Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 67 responden yang merupakan anggota keluarga pendamping ODDP dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. serta dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kekambuhan. Analisis data meliputi analisis univariat dan uji Pearson Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori cukup, yaitu 42 responden (62,7%). Sebagian besar ODDP memiliki kondisi kekambuhan dalam kategori baik atau terkendali, yaitu 39 orang (58,2%). Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan nilai χ 2 =0,550, p=0,458, dan Phi =0,091. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kekambuhan ODDP. Kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada kategori sangat lemah. Saran: Tenaga kesehatan perlu memperkuat edukasi keluarga, kunjungan rumah, dan pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat. Peneliti selanjutnya perlu menganalisis faktor lain, seperti kepatuhan minum obat, dukungan keluarga, stres, stigma, dan keteraturan kontrol. Kata kunci: aksesibilitas - pelayanan kesehatan - kekambuhan - disabilitas psikososial keluarga Daftar pustaka: 12 sumber, terdiri atas 4 buku, 7 jurnal ilmiah, dan 1 skripsi (2016–2025).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | aksesibilitas - pelayanan kesehatan - kekambuhan - disabilitas psikososial keluarga |
| Subjects: | 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran > 613 Kesehatan Umum dan Perorangan |
| Divisions: | Prodi Diploma 3 Keperawatan |
| Depositing User: | Twista Rama Sasi |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 01:41 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 03:46 |
| URI: | http://repo.stikesbethesda.ac.id/id/eprint/6470 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
