RIANTI, MEILDA (2026) HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TINGKAT EMOSIONAL ANAK KELAS IV DAN V DI SEKOLAH DASAR BOPKRI GONDOLAYU YOGYAKARTA TAHUN 2026. Skripsi thesis, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta.
|
Text (MEILDA RIANTI)
NASKAH PUBLIKASI MEILDA RIANTI_2403012.pdf Download (430kB) |
|
|
Text (MEILDA RIANTI)
HALAMAN DEPAN.pdf Download (530kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (336kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (445kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (464kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (329kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (164kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (184kB) |
Abstract
MEILDA RIANTI: Hubungan Kualitas Tidur dengan Tingkat Emosional Anak Kelas IV dan V di Sekolah Dasar Bopkri Gondolayu Yogyakarta Tahun 2026. Latar Belakang: Kualitas tidur buruk pada anak usia sekolah berdampak negatif terhadap perkembangan emosional, seperti kesulitan mengelola emosi dan mudah marah. Studi pendahuluan di SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta menunjukkan 8 dari 10 siswa mengalami masalah tidur dan 7 dari 10 siswa menunjukkan kesulitan emosional. Tujuan: Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat emosional anak kelas IV dan V di SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta tahun 2026. Metode: Desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel seluruh siswa kelas IV dan V berjumlah 88 orang melalui teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) termodifikasi. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Responden berusia 9 11 tahun, mayoritas perempuan (51,1%). Sebagian besar memiliki kualitas tidur baik (71,6%) dan tingkat emosional baik (86,4%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p=0,013 (p<0,05) dengan koefisien korelasi 0,264, artinya terdapat hubungan signifikan dengan keeratan rendah. Kesimpulan: Ada hubungan signifikan dengan keeratan rendah antara kualitas tidur dan tingkat emosional. Kualitas tidur baik cenderung berhubungan dengan tingkat emosional lebih stabil. Saran: Siswa, orang tua, dan sekolah perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya tidur berkualitas. Peneliti selanjutnya disarankan meneliti faktor lain seperti pola asuh dan lingkungan sosial yang mempengaruhi emosional anak. Kata Kunci: Kualitas tidur –Tingkat emosional – Anak usia sekolah – Sekolah dasar xiv + 78 hal + 10 tabel + 2 skema + 18 lampiran Kepustakaan: 34, 1989–2025
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kualitas tidur –Tingkat emosional – Anak usia sekolah – Sekolah dasar |
| Subjects: | 300 Sociology and Anthropology (Sosiologi dan Antropologi) |
| Divisions: | Prodi Sarjana Keperawatan |
| Depositing User: | Twista Rama Sasi |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 01:57 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 01:57 |
| URI: | http://repo.stikesbethesda.ac.id/id/eprint/6361 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
