ASTUTI, PURI (2026) HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN IBU KE POSYANDU DENGAN PERKEMBANGAN TODDLER DI DESA PLAWIKAN JOGONALAN KLATEN. Skripsi thesis, STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta.
|
Text (PURI ASTUTI)
NASKAH PUBLIKASI_PURI ASTUTI_2202067.pdf Download (429kB) |
|
|
Text
HALAMAN DEPAN.pdf Download (369kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (198kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (240kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (221kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (188kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (135kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (156kB) |
Abstract
PURI ASTUTI. “Hubungan Frekuensi Kunjungan Ibu ke Posyandu dengan Perkembangan Toddler di Desa Plawikan Jogonalan Klaten” Latar Belakang: Usia satu sampai tiga tahun merupakan periode golden age yang membutuhkan stimulasi dan pemantauan optimal. Namun, tingginya angka gangguan perkembangan balita serta rendahnya kunjungan ibu ke posyandu menyebabkan deteksi dini belum maksimal. Hasil studi pendahuluan menunjukkan 8 dari 59 balita mengalami masalah perkembangan, disertai ketidakhadiran ibu ke posyandu. Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi kunjungan ibu ke Posyandu dengan perkembangan toddler di Desa Plawikan Jogonalan Klaten. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional pada 53 balita dengan teknik total sampling. Data frekuensi kunjungan diperoleh melalui buku Kesehatan Ibu dan Anak, sedangkan perkembangan balita diukur menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Jenis kelamin responden relatif seimbang, didapatkan data perempuan (49,1%) dan usia didominasi 24-29 bulan (32,1%), Frekuensi kunjungan rutin (79,2%) dan perkembangan balita sesuai (90,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p=0,996 (>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi kunjungan ibu ke Posyandu dengan perkembangan toddler. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara frekuensi kunjungan ibu ke Posyandu dengan perkembangan toddler di Desa Plawikan Jogonalan Klaten. Saran: Peneliti selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain yang lebih berpengaruh terhadap perkembangan toddler seperti pola asuh, stimulasi dirumah, status gizi dan pendidikan ibu, serta cakupan sampel yang lebih luas. Kata kunci: Posyandu -frekuensi kunjungan-perkembangan-toddler xiv + 73 hal + 6 tabel + 2 skema + 14 lampiran Kepustakaan: 44, 2020-2025
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Posyandu -frekuensi kunjungan-perkembangan-toddler |
| Subjects: | 600 Teknologi > 610 Ilmu Kedokteran > 613 Kesehatan Umum dan Perorangan |
| Divisions: | Prodi Sarjana Keperawatan |
| Depositing User: | Twista Rama Sasi |
| Date Deposited: | 30 Sep 2026 09:08 |
| Last Modified: | 30 Sep 2026 09:08 |
| URI: | http://repo.stikesbethesda.ac.id/id/eprint/6441 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
